By Pekik Bayumukti Utomo on Thursday, September 8, 2011 at 2:54pm
Kamis, 8 September 2011
Rumah Cahaya. Seperti hari sebelumnya, pengunjung Rumah Cahaya belum terlalu banyak, selama satu hari penuh baru empat orang yang berkunjung kedalamnya. Mungkin masih dampak libur lebaran. Namun pengunjungnya lumayan beragam, dari mulai tukang pos, anak-anak, sampai mahasiswi. Tujuannya juga macam-macam ada yang cuma mampir mengantarkan surat, ada yang ingin bermain, dan ada juga yang tertarik ingin membaca buku-buku koleksi Rumah Cahaya.
Mahasiswi yang berkunjung sepertinya sangat antusias untuk membaca buku-buku koleksi Rumah Cahaya begitupun anak-anak yang datang ke Rumah Cahaya sangat antusias untuk membaca buku-buku koleksi Rumah Cahaya. Melihat hal tersebut saya jadi membayangkan perpustakaan kampus saya, banyak mahasiswa yang lalu lalang setiap harinya untuk mencari literatur atau sekedar membaca buku dan jumlahnya tidak satu dua, bahkan ratusan orang bergantian lalu lalang setiap harinya.Tapi kalau suatu saat Rumah Cahaya dikunjungi ratusan orang sekaligus, sepertinya akan sesak ruangan lantai atas Rumah Cahaya ini (hoho..). .
Kalau melihat anak-anak yang berkunjung di Rumah Cahaya sepertinya mereka butuh ruangan untuk bermain selain membaca buku, tentunya mainan yang edukatif.. hmm.. mungkin suatu saat ada donator yang akan menyumbangkan tempat bermain edukatif di dalam Rumah Cahaya.
Melihat antusiasme yang tinggi dari mahasiswi dan anak-anak yang berkunjung, tentunya menjadi suatu indikator bahwa sarana belajar dan perpustakaan umum masih dibutuhkan masyarakat. Sosialisasi keberadaan Rumah Cahaya semestinya lebih ditingkatkan, agar masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan yang bermutu dapat lebih terwadahi.
Nampaknya tinggal menunggu waktu saja Rumah Cahaya dikunjungi ratusan orang setiap harinya. Tapi butuh kerja ekstra dari pengelola untuk mempersiapkan itu semua sebelum benar-benar terjadi. Peran dari FLP yang juga ikut andil besar dalam terbentuknya Rumah Cahaya menjadi bagian penting juga untuk mensosialisasikan taman baca dan karya ini..
Ingin sekali rasanya Rumah Cahaya dikunjungi ratusan orang setiap harinya. Mudah-mudahan suatu saat nanti.
-Pb-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar