Generasi baru penerus organisasi FLP Depok
Oleh: Pekik Bayumukti Utomo
Terlepas dari 6L orang yang datang dan mengisi keseharian di Rumah Cahaya FLP Depok, FLP Depok memiliki potensi untuk mengembangkan diri lebih baik lagi. Secara historis FLP Depok merupakan salah satu FLP yang cukup “disegani” karena dianggap sebagai organisasi yang aktif, keaktifannya terlihat seringnya FLP Depok mempublis kegiatannya seperti yang mas Denny Prabowo pernah ceritakan kepada saya, terlebih lagi dimasa-masa jayanya karya-karya anggota dan pendiri FLP Depok telah dikenal luas, seperti karya-karya dari Pipiet Senja, Denny Prabowo, Koko Nata, Laura Khalida dan anggota lainnya. Rumah Cahaya yang menjadi icon dari FLP Depok dan FLP Pusat sejak dulu telah memberikan sumbangsih bagi kegiatan-kegiatan besar di FLP Depok yang menyentuh lapisan masyarakat, hingga dengan Rumah Cahaya semakin lengkaplah FLP Depok sebagai organisasi yang tidak hanya berkutat pada dunia tulis menulis namun juga organisasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat disekitarnya dalam mengembangkan minat membaca dan menulis.
Sejarah yang baik merupakan motivasi yang baik bagi generasi selanjutnya. Kisah-kisah indah itu menjadi motivasi saya pribadi dalam menjalankan roda organisasi FLP Depok. Dalam awal-awal dipercaya sebagai ketua FLP Depok saya hanyalah alternative terakhir diantara sekian alternatif ketua, dimasa-masa sulit organisasi dimana rasa tidak nyaman dan banyaknya konflik internal yang sulit diredam saya sebagai orang baru dianggap sebagai penetralisir suasana. Sebuah keputusan yang aneh sebenarnya memilih saya yang masih baru menyelesaikan program Batre dan memimpin organisasi sebesar FLP Depok, tapi saat itu mungkin adalah keputusan yang pas untuk meredam konflik yang terjadi. Dan saya melihat setidaknya hingga hampir dua tahun perjalanan organisasi hal itu cukup efektif, teman-teman yang masih aktif di FLP Depok mulai bersemangat membangun kembali organisasi meski dengan tertatih pada awalnya.
Saya yang awan akan organisasi FLP diberikan keleluasaan untuk membangun FLP Depok ini, saya pribadi tidak memiliki visi misi yang khusus dalam membangun FLP Depok yang terpenting semua berjalan dengan lancar. Ide-ide dari teman-teman seperti Mbak Pita, Mbak Kawa, Mbak Galuh Gilang, Mbak Galuh, Igit, Mas Denny dan lainnya menjadi dasar saya menjalankan organisasi ini. Prinsipnya saya mendukung semua kegiatan-kegiatan yang baik dan dianggap mampu untuk menjalankan organisasi FLP Depok lebih baik lagi. Namun kelemahan saya dalam organisasi FLP menjadi boomerang untuk organisasi ini, kaderisasi yang saya harapkan diawal berjalan dengan baik ternyata hanya baru bisa diselesaikan pada tingkat Muda. Dasar-dasar organisasi FLP seperti Keislaman, Keorganisasian dan Kepenulisan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kegiatan kaderisasi. Karena memang pada tingkat Muda anggota baru hanya bertumpu pada materi soal kepenulisan. Hingga dampaknya dalam tahun-tahun ini saya sangat kesulitan mencari pengurus yang tangguh seperti Mbak Pita, Mbak Galuh, Mas Denny dan Mas Koko.
Praktis FLP Depok secara organisasi masih belum sehat, walaupun saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman FLP Depok di Rumah Cahaya. Rumah Cahaya saat ini bisa dikatakan kondisinya sudah baik terbukti dari terpilihnya Mbak Pita sebagai Koordinator Rumah Cahaya Nasional di FLP Pusat yang mengindikasikan begitu besarnya peran ide-ide kreatif Mbak Pita dalam membangun Rumah Cahaya. Terlebih lagi FLP Depok meraih Anugerah FLP Terpuji yang salah satu penilaiannya dilihat dari keaktifan Rumah Cahaya.
Namun bukan bermaksud merendahkan hasil yang lainnya, Saya masih berharap FLP Depok bisa kembali terbangun dalam dua hal pertama KARYA dan kedua KEGIATAN. Kita sudah baik dalam hal kegiatan tapi dalam KARYA FLP Depok masih minim dan masih belum terbangun kesadaran itu secara organisasi pada awalnya. Kemudian muncullah ide satu karya setiap bulan, setiap anggota yang masih aktif diminta untuk menuliskan apa saja yang bisa ia tuliskan dan dikirimkan ke divisi karya FLP Depok yang sekarang dipegang oleh Yaya Suryana. Dan muncullah banyak pro dan kontra terhadap keputusan baru tersebut, kemudian saya disadarkan kembali oleh Mas Denny dan Kak Koko bahwa pada dasarnya kita harus membangun KADERISASI yang kuat dahulu, dengan kaderisasi yang kuat anggota sudah terlatih untuk mengusai TIGA LANDASAN ORGANISASI FLP yaitu KEISLAMAN, KEORGANISASIAN dan KEPENULISAN sehingga tulisan dan organisasi bukanlah jadi masalah lagi bagi FLP Depok.
Depok New Generation (saya menyebutnya seperti itu), Saya mencari titik dimana saya harus memulai kembali membangun KADERISASI FLP DEPOK. Permasalahan kaderisasi terdeteksi dari sejak BATRE 8 sampai sekarang dimana program INTRE tidak tuntas terlaksana. Oleh karena itu sejak arahan dari Mas Denny dan Mas Koko saya mengambil inisiatif memulai kembali program INTRE. Dengan bekal buku panduan kaderisasi dan bantuan dari para senior saya mengharapkan program BATRE, INTRE dan selanjutnya bisa berjalan dengan baik. Hingga akan tercipta KADER-KADER FLP yang mengerti akan KEISLAMAN, KEORGANISASIAN dan KEPENULISAN. Sehingga pelan-pelan FLP Depok bisa terbangun kembali baik dari segi KARYA ataupun KEGIATANnya.
Saya berharap akan lahir penulis-penulis hebat di FLP Depok yang tidak hanya bisa menulis tapi juga mampu membangun ORGANISASI terutama bagi yang sudah menyandang predikat MADYA dan ANDAL (saya masuk ke FLP Depok mungkin sama seperti yang lain pada awalnya ingin belajar menulis dan bisa menerbitkan karya yang baik dan bermanfaat bagi orang banyak) tapi inilah organisasi pilar-pilarnya harus tetap kuat dan diisi oleh orang-orang yang kuat juga agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik pada jalurnya dan terus menebarkan manfaat.
Depok New Generation, semoga kedepan tidak hanya nama Pipiet Senja, Denny Prabowo, Koko Nata, Orin Keren, Noor H Dee, Laura Khalida atau senior lainnya yang dikenal karyanya tapi juga ada Yaya Suryana, De Pita, Ghozy Rizal, Galuh Kencono Wulan (kalau Mbak Galuh udah oke karyanya :p), Pekik Bayumukti Utomo, Git’s Rizal, Gilang Satria Perdana, Nindi Fanswari, Azhar Firdaus, Abdul Hady Hasan Al- Harisyi, Mak Long Ayu, Cahaya Mata, Yunita Jasmine, Ades, Melvin, Farid Wijaya dan teman-teman lainnya.
Semoga langkah-langkah kita dimudahkan dalam memperbaiki organisasi FLP Depok ke depan. Sehingga FLP Depok tidak hanya dikenal Rumah Cahayanya tetapi juga karyanya.
Salam.
Pekik Bayumukti Utomo
(Ketua paling unyu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar