Assalamu’alaikum
Dari diskusi kemarin malam saya mendapatkan beberapa kesimpulan tentang kepemimpinan dan organisasi terutama kepimpinan di FLP Depok.
- Sebagai ketua saya harus memahami dan menuruti keinginan anggota asalkan itu baik demi kemajuan FLP itu sendiri. Jangan mempersulit tetapi memudahkan.
- Seorang ketua harus bisa mendengarkan keinginan anggotanya, setiap anggota memiliki ide dan pemahamannya masing-masing. Seharusnya seorang ketua bisa menjaga anggotanya yang masih mau bekerja sungguh-sungguh dengan ikhlas untuk kemajuan FLP Depok. Bukannya membuat eneg dan jadi tidak mau terlibat dalam organisasi yang ada:
Seperti yang dikatakan dalam Film "Soekarno", Well jadi pemimpin itu harus pintar menggenggam hati rakyat. Bukan dengan terus menerus mempertanyakan "statusisasi kekuasaan" yang akhirnya bikin rakyat Eneg
3. Masalah organisasi akan menjadi masalah personal jika tidak di manage dengan baik, sehingga akan menyebabkan hubungan silaturahim akan terputus.
4. Tidak ada ketentuan bahwa BPP pusat harus meminta izin kepada organisasi dibawahnya terkait kegiatan yang dijalani, BPP bisa mengambil apapun dari cabang selama berguna untuk kemajuan flp. Namun sebaiknya hal ini tidak terjadi, menurut pandangan saya tetap harus menginformasikan kepada yang berwenang dibawahnya.
5. Sistem kepemimpinan seperti Dahlan Iskan dalam mengelola BUMN akan sangat cocok dengan keadaan FLP Depok yang beragam, setiap divisi memiliki kewenangannya masing-masing untuk mewujudkan cita-cita divisi, yang pada akhirnya berimbas pada kemajuan FLP Depok.
6. Sebagai manusia sebaiknya kita bercermin pada diri sendiri bahwa masih banyak kesalahan yang dilakukan, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain.
7. Seorang pemimpin tidak boleh haus akan kekuasaan dan organisasi dan melulu harus disuapin dari anggotanya, seorang pemimpin harus bisa mengemong anggotanya agar bekerja lebih giat lagi.
8. Kata koordinasi sebaiknya dihapuskan saja dalam organisasi FLP Depok karena akan memperkeruh suasana, sebaiknya seorang pemimpin tidak perlu menanyakan layaknya bos dengan bawahan, namun hubunganya lebih antara teman dengan teman.
** Organisasi membuat kita belajar seni mengelola manusia dan berbagai potensinya, sedangkan dunia penulis kita masuk ke sebuah wilayah tanpa batas berbagai macam ide, gagasan dan pemikiran manusia, di sanalah kita belajar menjadi seorang pendengar dan pemerhati **
Jejak Jiwa, 15/12/2013
Dengan beberapa catatan tersebut dengan ini saya memutuskan untuk memberikan kewenangan kepada setiap divisi FLP Depok untuk mengambil kebijakan strategis yang penting bagi FLP Depok.
Ke depan saya usahakan tidak akan menanyakan kembali tentang koordinasi, lebih baik kita fokus berkarya dan berkegiatan seperti yang disarankan oleh Zaki kita lebih banyak menulis untuk kolom di website FLP Depok, silakan bagi teman-teman FLP Depok untuk memilih. Fokus menulis, Fokus Kegiatan atau Keduanya. Mudah-mudahan sebagai Ketua saya dapat mengampu semuanya.
Publikasi atau hal lain dari FLP Depok dapat digunakan oleh FLP pusat karena FLP Depok secara historis memang dekat dengan FLP Pusat dan kebanyakan anggotanya yang sukses memegang jabatan strategis di FLP Pusat. Namun, saya tetap menyarankan sebaiknya diberikan sumbernya berasal dari FLP Depok.
Sekiranya ada tambahan yang perlu saya lakukan ke depan, silakan ditambahkan dibawah komen, semoga bisa jadi catatan saya ke depan, agar organisasi FLP Depok bisa berjalan lebih baik.
-Pb-
16-12-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar